Pembelian Instagram oleh Facebook seharga US$ 1 miliar memberikan
pelajaran berharga bagi pengusaha startup. Simak ilmu dari CEO
Instagram, Kevin Systrom:
Adaptasi Ide Awal yang Kurang Sukses
Sebelum berhasil dengan Instagram, ada Burbn. Apabila Anda belum
pernah mendengarnya, tidak mengherankan. Aplikasi mobile berbasis lokasi
dan game ini mendapat dana US$500 ribu dari Andreesen Horowitz dan investor lainnya pada Maret 2010.
Itu saja tidak cukup. Mengapa? Pada konferensi Disrupt, Systrom mengatakan, "Saya pernah mendengar bahwa Rencana A pengusaha tidak pernah menjadi produk final. Saya tidak percaya. Dalam banyak hal, Burbn semakin banyak mendapat publikasi. Kami menemukan orang menyukai posting gambar, dan foto menjadi hal yang paling menempel dalam pikiran saya. Co-founder Mike dan saya duduk memikirkan satu hal yang membuat produk unik dan menarik, dan foto terus berdatangan."
Tampilan Simpel
Systrom tidak pernah merasa terancam dengan raksasa Facebook.
Aplikasi mobile Facebook terlalu rumit untuk menyenangkan 850 juta
penggunanya. Sebaliknya, Instagram mendesain aplikasinya agar terlihat
lebih bersih dan simpel. Lebih penting berkata "Tidak" pada fitur baru
dibanding "Iya".
Fokus pada Pertumbuhan Pengguna Dulu, Baru Utamakan Keuntungan
Ketika Instagram menerima pendanaan dari Benchmark Capital, Matt
Cohler dari Facebook yang menjadi anggota direksi terbarunya menasehati
Instagram untuk mementingkan pertumbuhan dulu. "Level hubungan Facebook
yang kami cari," ujar Systrom. Instagram tumbuh begitu cepat hingga
mencapai 1 juta pengguna dalam 24 jam setelah merilis aplikasi versi
Android.
Instagram benar-benar tidak perlu menghawatirkan Facebook. Kini mereka satu keluarga setelah US$ 1 miliar datang.
sumber: http://adf.ly/7GQ4h

Tidak ada komentar:
Posting Komentar