Selasa, 10 April 2012

Belajar dari Instagram Meraih US$1 Miliar

Pembelian Instagram oleh Facebook seharga US$ 1 miliar memberikan pelajaran berharga bagi pengusaha startup. Simak ilmu dari CEO Instagram, Kevin Systrom:

Adaptasi Ide Awal yang Kurang Sukses

Sebelum berhasil dengan Instagram, ada Burbn. Apabila Anda belum pernah mendengarnya, tidak mengherankan. Aplikasi mobile berbasis lokasi dan game ini mendapat dana US$500 ribu dari Andreesen Horowitz dan investor lainnya pada Maret 2010.
Itu saja tidak cukup. Mengapa? Pada konferensi Disrupt, Systrom mengatakan, "Saya pernah mendengar bahwa Rencana A pengusaha tidak pernah menjadi produk final. Saya tidak percaya. Dalam banyak hal, Burbn semakin banyak mendapat publikasi. Kami menemukan orang menyukai posting gambar, dan foto menjadi hal yang paling menempel dalam pikiran saya. Co-founder Mike dan saya duduk memikirkan satu hal yang membuat produk unik dan menarik, dan foto terus berdatangan."

Tampilan Simpel

Systrom tidak pernah merasa terancam dengan raksasa Facebook. Aplikasi mobile Facebook terlalu rumit untuk menyenangkan 850 juta penggunanya. Sebaliknya, Instagram mendesain aplikasinya agar terlihat lebih bersih dan simpel. Lebih penting berkata "Tidak" pada fitur baru dibanding "Iya".

Fokus pada Pertumbuhan Pengguna Dulu, Baru Utamakan Keuntungan

Ketika Instagram menerima pendanaan dari Benchmark Capital, Matt Cohler dari Facebook yang menjadi anggota direksi terbarunya menasehati Instagram untuk mementingkan pertumbuhan dulu. "Level hubungan Facebook yang kami cari," ujar Systrom. Instagram tumbuh begitu cepat hingga mencapai 1 juta pengguna dalam 24 jam setelah merilis aplikasi versi Android.
Instagram benar-benar tidak perlu menghawatirkan Facebook. Kini mereka satu keluarga setelah US$ 1 miliar datang.

sumber: http://adf.ly/7GQ4h

Tidak ada komentar:

Posting Komentar