VIVAnews - Sebuah jenis malaria semakin kebal atas
obat-obatan yang biasa digunakan untuk melawannya di perbatasan
Thailand-Myanmar. Sebuah studi selama 10 tahun yang dipublikasikan
jurnal kesehatan The Lancet menyatakan, malaria jenis ini bisa saja
berkembang ke India dan Afrika.
Penemuan yang dipublikasikan
Jumat 6 April 2012 ini berdasarkan observasi atas pasien malaria yang
semakin lama butuh waktu untuk sembuh ketika menjalani terapi yang
terdiri dari artemisin, sebuah obat yang diramu dari semacam tetumbuhan
yang sebelumnya dikira sebagai obat terbaik melawan malaria.
"Strain
malaria yang kebal arteminisin ditemukan di perbatasan barat Thailand
dan timur Myanmar," kata Profesor Nicholas White dari Mahidol Oxford
Tropical Medicine Research Unit, Mahidol University, Bangkok, Thailand,
dan Centre for Tropical Medicine, University of Oxford. "Implikasinya
adalah mereka telah menyebar atau benar-benar baru di sana."
Kemunculan
malaria kebal-obat ini dituding akibat penggunaan ngawur arteminisin
dan obat-obatan malaria palsu atau di bawah standar. Butuh aksi lebih
besar dari pemerintah dan organisasi kesehatan internasional untuk
mengatasi ini, kata White.
"Kita butuh dukungan keuangan serius
di kawasan ini, atau dia akan menyebar ke India dan Afrika di mana lebih
banyak orang akan terkena," kata White.
White dan rekan-rekannya
belum tahu apakah malaria jenis ini yang telah muncul di Kamboja selama
delapan tahun belakangan ini. Mereka akan menganalisis gennya untuk
mengetahui hubungannya.
White dan timnya mempelajari 3.202 pasien
antara 2001-2010 yang terkena Plasmodium falciparum, sebuah spesies
malaria yang bisa menyebabkan penyakit parah. Mereka menemukan terapi
standar yang mengandung arteminisin butuh waktu lebih lama untuk
membersihkan parasit itu dari tubuh mereka.
"Tak ada pasien yang meninggal, namun obat-obatan ini tidak bekerja seperti sebelumnya," kata White.
Malaria
yang disebabkan parasit Plasmodium ditularkan melalui gigitan dari
nyamuk yang terinfeksi. Gejalanya termasuk demam, sakit kepala dan
pusing. Jika tak ditangani, bisa menghalangi suplai darah ke organ
vital.
Di tahun 2010, malaria diperkirakan membunuh 655.000 atau 1.794 orang per hari, terutama anak-anak di Afrika.
sumber: http://adf.ly/7G1hZ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar