REYKJAVIK - Islandia, negara yang terletak 300
kilometer di sebelah timur Greenland dan 1.000 kilometer dari Norwegia
memiliki komoditas utama alumunium dan ikan. Namun Islandia dikabarkan
menawarkan komoditas baru yakni Energi.
Pada Februari 2012,
produk baru yang disebut Verne Global telah membuka sebuah server besar
yang berbasis di markas lama NATO, dekat bandara utama Islandia.
Perusahaan itu mulai menawarkan 100 persen energi terbarukan untuk
layanan komputasi di seluruh dunia.
Ini adalah salah satu tiga
fasilitas data center di Islandia yang menjadi harapan pemerintah negera
tersebut sebagai industri lokal baru. Menurut sebuah lembaga yang
didanai oleh pemerintah ini menyebutkan bahwa pusat data Verne adalah
yang terbesar.
Data center itu menggunakan hingga 2 persen dari
listrik yang diproduksi. Pada 2020, pusat data yang menyimpan mail, file
web dan segala macam dokumen diperkirakan mengkonsumsi 1.300 terawatt
per jam dalam setahun atau empat kali lebih tinggi dibandingkan 2007.
Seperti
dilansir technologyreview (11/4/2012), Islandia menghasilkan listrik
lebih banyak daripada negara lain di dunia. Hampir semua energinya
terbarukan, baik yang berasal dari tenaga air atau panas bumi. Energi
yang dihasilkan bisa dikatakan cukup murah, hanya USD 0.04 per killowatt
dalam satu jam. Jumlah elektron di Islandia sepersepuluh lebih banyak
dari Denmark dan seperempat rata-rata jumlah yang ada di Amerika
Serikat.
Sekitar empat perlima listrik Islandia digunakan untuk
hal yang berbau alumunium. Perusahaan besar seperti Alcoa telah
menyiapkan fasilitas untuk mengambil keuntungan dari energi yang murah,
dengan memproduksi logam dan diekspor.
Saat ini Islandia telah
memiliki jaringan fiber-optic ke Amerika Utara, Skotlandia, dan Denmark.
Ke depannya, Islandia berencana meletakkan kabel yang dapat mentransfer
data 100 gigabit per detik di bawah laut dan membentang 6.700 kilometer
dari New York ke Kanada dengan cabang di Islandia.
"Jauh lebih
mahal mengekspor energi dari data, sedangkan data lebih berharga," kata
John Pflueger, seorang strategi lingkungan untuk Dell sekaligus direktur
Green Bird. Ia pun menambahkan, "Islandia dapat menjadi eksportir
informasi dan memperoleh nilai dari itu".
sumber: http://adf.ly/7MQka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar